Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Kacamata Buatan Untuk AUD.

Foto : Kacamata Dari Bahan Bekas

RadarJateng.com, Pendidikan – PAUD memiliki tugas utama sebagai wadah pembelajaran, pertama yang ditemui oleh anak setelah pendidikan di lingkungan keluarga, tugas utama tersebut adalah menyediakan program terencana yang dirancang untuk menumbuhkan dan mengembangkan 5 aspek yang dirumuskan pada Peraturan Menteri.7 Melalui PAUD, anak diharapkan dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya antara lain: agama, kognitif, sosial-emosional, bahasa, motorik kasar dan motorik halus, serta kemandirian memiliki dasar-dasar aqidah yang lurus sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya, memiliki kebiasaan- kebiasaan perilaku yang diharapkan, menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan dasar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangannya.

Barang bekas yang sering kita abaikan bila dikelola dengan baik bisa menjadi sebuah barang yang memiliki nilai yang tinggi contohnya: barang bekas yang dapat digunakan untuk menghasilkan suatu music yang sering disebut perkusi. Faktanya dilapangan sekarang, banyak sekali TK/PAUD yang sudahtidak menggunakan lagi barang bekas sebagai media untuk proses bermain sambil belajar. Terutama pada TK/PAUD modern, mereka sudah menggunakan permainan yang modern pula sehingga pemanfaatan barang bekas sekarang sangat minim sekali pada TK/PAUD tersebut sehingga anak usia dini pada saat ini tidak tau bagaimana cara pemanfaatan barang bekas.

Foto : Proses Pembuatan Kacamata Dari Bahan Bekas

Bahan-bahan sisa terdiri atas kertas bekas (majalah, dan Koran), kardus dan Koran, bahan atau kain, plastic, kaleng busa, tali, tutup botol, dan karet. Hal yang sangat membanggakan bagi seorang guru adalah bila mampu membuat suatu media bermain hasil idenya sendiri dengan menggunakan bahan-bahan alam dan bahan bekas (bahan sisa) .

Read More

Barang bekas adalah barang yang sudah tidak terpakai atau tidak dibutuhkan lagi oleh pemiliknya, namun belum tentu barang itu tidak bisa digunakan lagi. 58 Pemanfaatan dan pengelolaan barang bekas adalah pola pikir masyarakat maju dan modern, karena sebuah peradaban yang maju adalah peradaban yang memiliki kesadaran akan kesederhanaan, penghematan, keefektifan, kemudahan demi kelangsungan hidup yang berkelanjutan.

Pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bernilai akan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Pemanfaatan barang bekas merupakan alternatif pilihan produk kerajinan seni sebagai bentuk kecermatan dalam menangkap peluang dan kepekaan terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Banyak barang bekas bisa dimanfaatkan sebagai produk yang bernilai estetis oleh tangan seseorang yang kreatif.

Foto : Kacamata Dari Bahan Bekas

Salah satu kegiatan di TK dalam pemanfaatan barang bekas adalah dengan membuat kacamata tiruan.

Bahanya sangat sederhana, menggunakan botol gelas bekas, gunting, karet gelang, sedotan. Cara membuatnya sebagai berikut :

1.botol gelas bekas di cuci sampe bersih

  1. Lingkaran gelas yang besar paling atas di gunting.

3.Penguntingan di sisihkan sedikit,untuk memasukkan gagang kacamata

  1. 2 potongan gelas tadi di ikat jadikan satu menggunakan karet gelang.
  2. Guntingan yang tersisa tadi,d buat untung memasukkan gagang kacamata.gagang kacamata dari sedotan

Barang bekas yang tadinya tidak bernilai seni dan diabaikan begitu saja menjadi benda yang bernilai seni dan mengembangkan kreatifitas anak selain itu juga mengajarkan anak agar menjaga lingkungan dengan mendaur ulang bahan – bahan bekas.

Semoga bermanfaat.

Penulis : Sholikatun,S.Pd, TK Cahaya Insani.Kec.Dempet,Kab.Demak

Related posts