Pengembangan Nilai Agama Dan Moral Anak Melalui Praktek Wudhu dan Shalat.

Praktek sholat di TK Darun Najah, Kec. Sangatta Selatan Kab. Kutai Timur Prov. Kalimantan Timur

RadarJateng.com, Pendidikan Anak usia dini merupakan masa usia emas. Pada masa ini seluruh aspek perkembangannya berkembang pesat. Tugas pendidik dan orang tua adalah mengoptimalkan tumbuh kembang pada semua aspek perkembangannya meliputi bidang pengembangan NAM (Nilai Agama dan Moral). Menurut Howard Gardener (ahli psikologi perkembangan dan guru besar pendidikan pada Graduate School of Education , Harvard University, Amerika Serikat) mendefinisikan intelegensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dalam situasi yang nyata. Teori ini dipublikasikan pada tahun 1993 dan mencakup sembilan intelegensi, salah satu diantaranya adalah Intelegensi eksistensial (existencial intelligence). Berdasarkan kecerdasan tersebut, maka pada anak-anak usia dini merupakan saat-saat yang paling baik bagi guru dan orang tua untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan nilai agama dan moral. Jika sejak usia dini anak dibekali dengan pendidikan nilai-nilai agama dan moral yang baik, maka kelak mereka akan menjadi generasi penerus bangsa yang beriman dan bertaqwa, berakhlaqul karimah dan beretika. Ragam metode, media, dan kegiatan belajar dalam mewujudkan hal tersebut disajikan berbagai variasi agar tidak membosankan. Salah satu bidang pengembangan yang diutamakan adalah bidang pengembangan Nilai Agama dan moral yang di dalamnya terdapat indikator “mengenal kegiatan beribadah sehari-hari (berdo’a, hari-hari besar agama, tempat ibadah, cara ibadah dan lainnya sesuai dengan agama yang dianut)” (KD 3. 1-4. 1).

Pendidikan agama menekankan pada pemahaman tentang agama serta bagaimana agama diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai agama tersebut disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak serta keunikan yang dimiliki oleh setiap anak. Islam mengajarkan nilai-nilai keagamaan dengan cara pembiasaan ibadah seperti puasa, sholat lima waktu, mencari ilmu, mengkaji Al-Quran dan lainnya.

Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai agama dan moral adalah suatu proses edukatif berupa kegiatan atau usaha yang dilakukan dengan sadar, terencana, dan dapat dipertanggung jawabkan untuk memelihara, melatih, membimbing, mengarahkan, meningkatkan pengetahuan kecakapan sosial dan praktek serta sikap keagamaan pada anak (aqidah, tauhid, ibadah dan akhlak) yang selanjutnya dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Read More
Praktek wudhu di TK Darun Najah, Kec. Sangatta Selatan Kab. Kutai Timur Prov. Kalimantan Timur

Sedangkan Gunarti (2015: 3. 20) dalam mengembangkan nilai-nilai agama dan moral terdapat lima metode yang dapat dikembangkan untuk mempersiapkan anak agar mampu mencapai kematangan dalam nilai-nilai agama dan moral antara lain sebagai berikut:

  1. Pendidikan dengan keteladanan
  2. Pendidikan dengan pembiasaan
  3. Pendidikan dengan nasehat
  4. Pendidikan dengan memberi perhatian
  5. Pendidikan dengan memberi hukuman

Adapun hal-hal yang perlu diketahui dan disampaikan kepada Anak Usia Dini (AUD) agar lebih tepat dan mengena dalam pembelajarannya serta diingat sepanjang masa adalah mengenai pengertian dan rukun wudhu dan shalat. Pendidik/Guru dapat menambahkan hal-hal yang dapat membatalkan wudhu dan shalat untuk disampaikan kepada anak-anak secara sederhana, menarik, dan menyenangkan misal melalui lagu, tepuk atau video pembelajaran. Berikut uraian tentang wudhu dan shalat:

  1. Pengertian dan Rukun Wudhu, Wudhu menurut bahasa adalah menggunakan air pada anggota badan tertentu dengan cara tertentu yang dimulai dengan niat guna menghilangkan hadast kecil. Sedangkan pengertian wudhu menurut istilah adalah mencuci atau membasuh sebagian anggota badan sebelum mengerjakan shalat, baik itu shalat wajib maupun shalat sunnah. Ada beberapa rukun wudhu antara lain sebagai berikut: Niat, Membasuh muka, Membasuh kedua tangan, Membasuh sebagian kepala, Membasuh kedua kaki, Tertib.
  1. Pengertian dan Rukun Shalat, Shalat menurut bahasa adalah berdo’a sedangkan shalat menurut istilah adalah melakukan sesuatu (beribadah/menyembah) kehadirat Allah SWT dengan ketentuan-ketentuan/tata cara (ucapan-ucapan dan gerakan-gerakan) yang khusus, diawali dengan mengucapkan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ada beberapa rukun shalat antara lain sebagai berikut: Niat dalam hati, Berdiri bagi yang mampu, Takbiratul ihram, Membaca surat Al-Fatihah di setiap rakaat, Ruku’ dan tuma’ninah, I;tidal atau berdiri tegak setelah ruku’, Sujud dan tuma’ninah, Duduk di antara dua sujud, Tasyahud, Salam, Urut atau tertib.

Penulis : Ely Sofiyati, S. Pd . Guru TK Darun Najah : Jl. Inpres Kompleks Masjid Besar At-Taubah Kec. Sangatta Selatan Kab. Kutai Timur Prov. Kalimantan Timur

Related posts