Permainan Tradisional Dapat Membentuk Karakter Anak Usia Dini.

Ibu Trie Rejika Yahya ,S.Pd. Mendampingi Anak - Anak Bermain "Cublak - Cublak Suweng"

RadarJateng.com, Pendidikan Anak usia dini merupakan masa keemasan atau Golden age merujuk pada periode keemasan yang dialami oleh anak usia dini,yang dimulai dari usia 0-8 tahun.Pada fase ini anak mengalami perkembangan yang sangat pesat dan aktif dalam menerima dan mempelajari hal-hal disekitarnya.Oleh karena itu kita harus mengetahui karakter setiap anak,salah satunya dengan cara bermain tradisional

Bermain adalah kegiatan yang anak-anak lakukan sepanjang hari,karena bagi anak bermain adalah kegiatan yang menyenangkan.Dalam hal ini,anak bebas anak bebas memainkan permainan yang disukaiAktivitas bermain oleh anak dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja sehingga pengembangan potensi anak pun akan berlangsung bersamaan dengan aktivitas bermain tersebut.

Salah satu upaya untuk mengembangkan potensi dan karakter anak yaitu dengan cara bermain tradisional.Saat bermain bersama,anak dapat menumbuhkan rasa percaya diri.Melalui permainan tradisional anak bisa lebih mudah untuk bersosialisasi dengan teman-temannya.

Read More

Terdapat beberapa karakteristik kegiatan bermain pada anak,yaitu:

  1. Bermain dilakukan karena kesukarelaan,bukan karena paksaan
  2. Bermain merupakan kegiatan untuk dinikmati
  3. Tanpa iming-iming apapun,kegiatan bemain itu sendiri sudah menyenangkan
Antusias AnakAnak Mengikuti Permainan Tradisional

Banyak permainan tradisional yang memiliki manfaat untuk meningkatkan tumbuh kembang anak khususnya permainan tradisional yang dilakukan dengan aktivitas fisik tertentu.

Adapun manfaat permainan tradisional bagi anak usia dini yaitu:

  1. Mengembangkan kecerdaan sosial dan emosional
  2. Meningkatkan kreatifitas
  3. Mengajarkan nilai-nilai budaya
  4. Mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar
  5. Meningkatkan kemampuan kognitif
  6. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental
  7. Menciptakan suasana menyenangkan
  8. Mengenalkan anak pada alam

Banyak macam permainan tradisional yang dapat dimainkan anak yaitu : Cublak-cublak suweng,engklek,hompimpa,petak umpet,lompat karet,gundu,layang-layang,congklak,ular naha,kuda lompat,kereta api,gangsing,egrang,gobak sodor,bola bekel,dll.

Kegiatan bermain tradisional dapat meningkatkan kerjasama dan kekompakan anak,oleh karena itu kita wajib melestarikan permainan tradisional yang ada didaerah kita.

Penulis, Trie Rejika Yahya ,S.Pd. Guru TK Islam Aisyiyah Genting 01, Kec. Jambu, Kab. Semarang – Jawa Tengah

Related posts