Meningkatkan Kemampuan Anak Dalam Mengenal Angka 1 Sampai 10 Melalui Kegiatan Gerak Dan Lagu “Mari Berhitung”.

Meningkatkan Kemampuan Anak Dalam Mengenal Angka 1 Sampai 10 Melalui Kegiatan Gerak Dan Lagu “Mari Berhitung”

RadarJateng.com, Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling fundamental karena perkembangan anak dimasa selanjutnya akan sangat ditentukan oleh berbagai stimulasi bermakna yang diberikan sejak usia dini. Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling tepat dalam memberikan dorongan atau upaya pengembangan agar anak dapat berkembang secara optimal. Undang-undang No. 20 Tahun 2002 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 butir 14 menyatakan bahwa PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan belajar dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Undang-undang ini mengamanatkan bahwa pendidikan harus dipersiapkan secara terencana dan bersifat holistik sebagai dasar anak memasuki pendidikan lebih lanjut. Sesuai dengan Peraturan Presiden No.60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak Usia Dini holisti-integratif mengamanatkan PAUD sebagai bagian dari program pengembangan Anak Usia Dini untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak yang mencakup layanan kesehatan  dan gizi, pendidikan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Masa usia dini adalah masa emas perkembangan anak dimana semua aspek perkembangan dapat dengan mudah di stimulasi. Periode emas ini hanya berlangsung satu kali sepanjang rentang kehidupan manusia. Oleh karena itu, perlu upaya pengembangan menyeluruh yang melibatkan beberapa aspek yang tersebut diatas. Penelitian menunjukkan bahwa masa peka belajar anak dimulai dari anak dalam kandungan sampai 1000 hari pertama kehidupannya. Menurut ahli neurologi pada saat lahir, otak bayi mengandung 100-200 milyar neuroma tau sel syaraf yang siap melakukan sumbangan antar sel. Sekitar 50% kapasitas kecerdasan manusia telah terjadi ketika usia 4 tahun, 80% terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika berusia 8-18 tahun. Stimulasi pada usia lahir sampai 3 tahun jika didasari pada kasih sayang dapat merangsang 10 triliun sel otak. Namun demikian, dengan 1 bentakan saja 1 milyar sel otak akan rusak. Sedangkan tindak kekerasan akan memusnahkan 10 milyar sel otak.

Konsep angka melibatkan pemikiran tentang “berapa jumlahnya atau berapa banyak” termasuk menghitung, menjumlahkan satu tambah satu. Yang terpenting adalah mengerti konsep angka. Pemahaman konsep angka berkembang seiring berjalannya waktu dan kesempatan untuk mengulang kerja dengan sekelompok benda dan membandingkan jumlahnya. Anak yang kemampuannya tentang angka tidak dikembangkan mungkin akan berkata “5 gajah lebih banyak dari 5 semut” karena gajah lebih besar daripada semut. Menghitung merupakan cara belajar mengenai nama angka, kemudian menggunakan nama angka tersebut untuk mengidentifikasi jumlah benda. Menghitung merupakan kemampuan akal untuk menjumlahkan. Membedakan angka dengan menunjukkan angka atau nomor adalah dengan simbol atau lambang “5”, sebuah angka paham apa arti lima sesungguhnya. Anak belajar menunjukkan angka dengan tiga cara, yaitu sering menyebut “empat”, belajar lambang (4) dan belajar menulis kata “Empat”. Anak memerlukan belajar lambang angka, tetapi dapat untuk menulis atau mengenali angka 4 di mana tidak sepenting memahami angka empat yang sesungguhnya. Hal-hal yang perlu diingat:

  1. Mendapatkan konsep angka adalah proses yang berjalan perlahan-lahan. Anak mengenal benda dengan menggunakan bahasa untuk menjelaskan pikiran mereka, sehingga mulai membangun arti angka.
  2. Belajar dengan trial and error dalam mengembangkan kemampuan menghitung dan menjumlahkan.
  3. Menggunakan sajak, permainan tangan, dan beberapa lagu yang sesuai untuk memperkuat hubungan dengan angka.

Oleh sebab itu, yang menjadi alasan seorang guru menggunakan model pembelajaran inovatif agar anak-anak merasa senang dan semangat dalam kegiatan pembelajaran karena guru dapat memahami karakteristik anak dan kegiatan sesuai dengan kebutuhan anak. Salah satunya melalui kegiatan gerak dan lagu “Mari Berhitung”. Anak sangat senang dan antusias dalam melakukan gerakan tersebut. Berikut teks lagu “Mari Berhitung” versi lagu “Cublak-cublak Suweng”.

Read More

Mari Berhitung

Mari Kawan-kawan

Bermain dan belajar

Berhitung sambil berjalan

1, 2, 3, 4

5, 6, 7, 8

9 dan 10

Ayo lompat, tepuk tangan

Adapun langkah-langkah gerakannya sebagai berikut:

  • Jalan ditempat sambil tangan digerakkan (mengajak)
  • Tangan digoyang ke kanan dan ke kiri
  • Berjalan melangkah kedepan
  • Menghitung dengan jari (1,2,3,4) sambil berjalan mundur kebelakang.
  • Menghitung dengan jari (5,6,7,8) sambil berjalan maju kedepan.
  • Mengggoyangkan tangan sambil menunjukkan jari (9 dan 10).
  • Gerakan melompat dan tepuk tangan.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua J .

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 60 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.

Yuliani Nurani Sujiono, dkk. 2009. Metode Pengembangan Kognitif, Penerbit: Universitas Terbuka.

Related posts