Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Peserta Didik Melalui Kegiatan Melipat Kertas Origami Pada Kelompok B (Usia 5-6 Tahun).

Kegiatan Melipat di TK ABA Gumawang, Pekalongan - Jawa Tengah

RadarJateng.com, Pendidikan – PENDAHULUAN. Salah satu aspek perkembangan yang masih perlu ditingkatkan pada peserta didik di TK ABA Gumawang yaitu motoric halus pada kegiatan melipat kertas origami. Berdasarkan hasil observasi diperoleh  kemampuan motoric halus pada kegiatan melipat kertas origami masih rendah, Berdasarkan hasil observasi dan wawancara masalah yang dihadapi peserta didik tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : Media yang digunakan untuk kegiatan melipat kertas kurang bervariasai dan kurang menarik, metode yang digunakan guru kurang tepat, guru tidak mengajarkan tahapan dasar melipat kertas, kegiatan melipat kertas jarang diberikan, guru kurang memperhatikan karakteristik perkembangan peserta didik sehingga peserta didik kurang mampu melakukan kegiatan melipat kertas, jenis lipatan yang diberikan guru (terlalu rumit) , cara melipat kertas ya ng diajarkan guru kurang menarik  dan guru kurang melatih kemampuan peserta didik pada kegiatan melipat kertas. Menurut  Turwati (2019)Efektivitas Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak dengan Melipat Kertas Origami”. Faktor-faktor yang mempengaruhi  rendahnya  perkembangan motoric halus  melipat kertas pada anak adalah : Guru tidak mengenalkan tahapan-tahapan melipat dasar  dan Guru jarang memberikan kegiatan melipat kertas origami. Upaya untuk meningkatkan kemampuan motoric halus melipat kertas dengan : Mulai dengan contoh yang sederhana terlebih dahulu, mengenalkan tahapan-tahapan  melipat kertas  dan kegiatan melipat kertas ini perlu diberikan secara berulang-ulang sehingga anak mahir dalam melipat kertas sesuai pola yang diimajinasikannya.

Dari penyebab diatas yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut adalah : Penggunaan media yang tepat dan menarik bagi peserta didik,  yaitu  menggunakan media kertas origami yang bervariasi (warna, ukuran dan gambar), sehingga anak menjadi tertarik, senang, dan tidak bosan. Menggunakan metode pembelajaran yang lebih bervariatif, sehingga peserta didik bersemangat mengikuti kegiatan melipat kertas. Aksi ini  melibatkan beberapa pihak  untuk mencapai tujuan , yaitu : Yayasan, Kepala sekolah, rekan guru dan peserta didik. Yayasan berperan mendukung tujuan pembelajaran tersebut dengan memfasititasi sarana dan prasarana. Rekan guru memberikan berbagai pengalaman  selama  mengajar dan memberi rancangan solusi yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran  tersebut.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah mencari alternatif solusi melalui kajian literatur dan wawancara dalam menentukan media, metode dan model pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan  strategi yang digunakan berdasarkan hasil kajian literatur dan wawancara adalah :Model pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan saintifik dan berbasis HOTS, Metode yang digunakan adalah demonstrasi, unjuk kerja dan tanya jawab dan Media yang digunakan adalah media kertas origami berbagai variasi ( warna, ukuran dan gambar)

Read More

Hasil  dari aksi ini sangat efektif  terlihat pada  peserta didik lebih mudah membuat lipatan kertas origami dengan menggunakan media kertas origami yang bervariasai (warna, ukuran, dan gambar) dengan menggunakan media video tutorial membuat peserta didik lebih mudah  dalam membuat lipatan kertas origami bentuk ikan. Selain meningkatkan kemampuan motorik halus juga meningkatkan semua aspek perkembangan peserta didik yaitu perkembangan sosial emosional, ,kognitif, Bahasa, nilai agama dan moral serta perkembangan seni peserta didik.

Ibu Dwi Astuti, S.E., S.Pd. Guru TK ABA Gumawang, Pekalongan – Jawa Tengah

PEMBAHASAN

Faktor penghambat kemampuan motorik halus melipat kertas adalah guru tidak menggunakan media yang bervariasi dan menarik serta belum menggunakan metode yang tepat. Upaya untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melipat kertas adalah dengan menggunakan media kertas origami bervariasi. Melalui kertas origami yang bervariasi dapat meningkatkan minat anak dalam kegiatan melipat kertas origami dan menggunakan media kertas bergambar agar membuat anak sennag, serta mengenal dasar – dasar lipatan, menurut Ariska Hartini dkk (2021)” Upaya meningkatkan kemmapuan motorik halus anak mellaui kegiatan melipat kertas pada anak usai dini kelompok B”. Begitu juga menurut Rusana dkk (2020), Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Mellaui Kegiatan Melipat Kertas warna Pada Keompok B. Kegiatan mepilat (origami) menggunakan metode demonstrasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini. Menurut Wahida dkk (2023) Pnegaruh Kegiatan Melipat (Origami) Menggunakan Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Kemmapuan Motorik Halus Anak Usia Dini.

Metode demonstrasi adalah cara mengajar dengan mempertunjukan materi pembelajaran diikuti dengan penampilan tingkah laku yang dicontohkan oleh guru dan peserta didik menirukan secara nyata agar mereka memiliki pemahaman dan keterampilan maksimal sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Menurut Alifya · 2022 “Upaya dalam mengembangkan motorik halus melalui kegiatan melipat origami dengan metode demonstrasi”. Penerapan Metode Demonstrasi Melipat dalamMengembangkanMotorik Halus sangat efektif  dan hasilnya sangat meningkat.

Pembelajaran berbasis proyek (PjBL) Project Based Learning adalah pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan dengan berbagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, menilai, mengintrepretasi sintetis dan inovatif untuk menghasilkan dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil karya. Peserta didik sebagai subjek atau pusat pembelajaran berupa pemberian tugas ( mengamati, membaca, meneliti) dan membangun pengetahuannya sendiri. Pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajara  Project Based Learning dapat membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan kreatif. Metode project ini juga dapat memecahkan  suatu masalah yang memungkinkan peserta didik untuk mempelajari, menyimpulkan dan menyampaikan hasil yang telah dipelajarinya. Menurut Erni Murniarti (2019) Pembelajaran dengan menerapkan metode pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan kreatif.

Pembelajaran yang bisa diambil dari proses pembelajaran tersebut adalah : Guru menjadi  lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model, metode dan media pembelajaran untuk membuat proses kegiatan belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.  Untuk dapat mencapai tujuan pembelalajaran guru harus mampu menganalisis permasalahan yang dialami oleh peserta didik dan mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang dihadapi peserta didik . Selain itu guru mampu membuat rancangan yang baik dan matang  dan melaksanakan kegiatan sesuai perencanaan yang telah dibuat.

 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus dalam kegiatan melipat kertas origami, berhasil meningkatkan kemampuan  motorik halus dalam kegiatan melipat kertas dengan hasil yang  sangat efektif , tampak pada  peserta didik lebih mudah membuat lipatan kertas origami dengan menggunakan media kertas origami yang bervariasai (warna, ukuran, dan gambar) dengan menggunakan media video tutorial membuat peserta didik lebih mudah  dalam membuat lipatan kertas origami( bentuk ikan).

Penulis, Dwi Astuti, S.E., S.Pd. Guru TK ABA Gumawang, Pekalongan – Jawa Tengah

Related posts