Kegiatan Ecoprint Dengan Teknik Pounding Sederhana Untuk Anak PAUD

Foto : Kegiatan Ecoprint Dengan Teknik Pounding Sederhana Untuk Anak PAUD

RadarJateng.com, Pendidikan – Berbagai upaya dilakukan oleh pengelola lembaga PAUD dalam meningkatkan kualitas pendidikan baik dalam inovasi pembelajaran maupun metode evaluasi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas program yang dijalankan. Utami et al., (2019) mengungkapkan bahwa para pengelola lembaga PAUD dan guru-guru anak usia dini serta stakeholder berlomba-lomba menciptakan berbagai inovasi pembelajaran untuk anak yang update terhadap perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana yang dijelaskan oleh (Utami et al., 2019) bahwa lembaga PAUD harus memiliki kualitas yang baik untuk memberikan manfaat dalam jangka pendek dan jangka panjang bagi kehidupan anak usia dini. Sistem pendidikan saat ini mengadopsi berbagai cara dalam mengadakan perubahan. Perubahan terjadi seiring dengan lajunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Tilaar, 1998).

Guru PAUD dituntut untuk mampu mengimplementasikan pembelajaran yang menyenangkan agar seluruh potensi anak berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya. Zulfitrah & Eliza, (2020) menambahkan bahwa pembelajaran yang diberikan kepada anak seyogyanya disesuaikan dengan kebutuhan serta stimulasi yang tepat dalam mengoptimalkan capaian perkembangannya. Sukma Vavilya (2014) berpendapat bahwa pemanfaatan alam sekitar bagi anak usia dini dapat membantu proses pembelajaran dikarenakan sumber belajar dengan dengan anak, kemudian anak dapat bermian-main dengan bahan yang sebelumnya telah dikenal dan diketahui sehingga perubahan tingkah laku yang diharapkan oleh guru tercapai secara optimal (Ambarwati, 2014)

Foto : Hasil Karya Ecoprint Anak PAUD

Salah satunya dengan kegiatan dengan teknik ecoprint. Ecoprint dapat diartikan sebagai proses mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung, Husna(2016:280). Sementara teknik pounding adalah memukulkan daun atau bunga ke atas kain menggunakan palu. Teknik pounding ini ibarat mencetak motif daun pada kain. Palu dipukulkan pada daun yang telah diletakkan di atas kain yang ditutup dengan plastik untuk mengekstrak pigmen warna. Teknik memukul dimulai dari pinggir daun kemudian mengikuti alur, batang, daun. Teknik ecoprint memberikan alternatif produksi tekstil untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Teknik ini tidak menggunakan mesin atau bahan kimia tetapi lebih bersifat ramah lingkungan. Oleh karena itu peneliti menganggap teknik pounding sangat menarik, sederhana, aman, dan cocok digunakan untuk penerapan pembelajaran anak.

Read More

Kegiatan eco-print untuk anak usia dini dipusatkan pada proses pembuatan produk dengan tujuan untuk menstimulasi berbagai aspek aspek perkembangan anak. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh (Kharishma & Septiana, 2019). Proses kegiatan eco-print untuk pembelajaran anak usia dini berkaitan dengan teori surplus yang dikemukakan oleh Herber Spenser menjelaskan bahwasannya anak usia dini memiliki energi yang berlebih sehingga perlu ada media untuk disalurkan agar energi di dalam tubuhnya memiliki keseimbangan (Astuti & Fatimaningrum, 2016). Energi yang dikeluarkan pada proses eco-print berupa kegiatan memukul daun hingga menghasilkan warna pada dapat menyeimbangkan energi berlebih dalam tubuh anak sehingga perkembangan fisik motorik dan perkembangan emosional anak usia dini dapat terstimulasi dengan baik. Roostin, (2020) menjelaskan bahwa perkembangan motorik anak merupakan keterampilan yang perlu dikembangkan, demi menghasilkan kreativitas dalam memanifestasi aktualisasi diri anak.

Foto : Hasil Ecoprint Dari Daun

Dampingilah dan awasi anakanak selama proses pembuatan ecoprint dengan teknik pounding agar anak aman dan nyaman. Berikut alat, bahan dan cara membuat ecoprint dengan teknink pounding untuk anak.

Alat dan bahan kegiatan ecoprint untuk anak usia dini

  1. Kain serat alam
  2. Palu/botol kaca/ alat yang bisa digunakan untuk memukul
  3. Plastik bening lebar
  4. Daun – daun pilihan yang memiliki serat
  5. Tawas secukupnya untuk mencuci kain
  6. Tali untuk mengikat kain
  7. Dandang untuk mengukus

Cara membuat :

  1. Cuci kain dengan tawas dan jemur sampai kering
  2. Bentangkan kain di tempat yang rata, kemudian tata daun – daun di atasnya
  3. Letakan plastik diatas kain yang sudah diisi daun
  4. Pukul – pukul kain yang sudah dilapisi plastik menggunakan palu/botol kaca sehingga warna daun keluar
  5. Jika semua daun sudah dipukul, gulung kain dan ikat kain
  6. Masukan kain yang telah di gulung kedalam dandang yang airnya sudah mendidih, tutup diamkan selama 20 menit
  7. Jika sudah buka ikatan tali dan buang daun didalamnya
  8. Cuci, kemudian jemur sampai kering

Selamat Mencoba

Penulis : MAMIK SAFA’ATI, S. Pd

TK DHARMA WANITA SIDOHARJO

Kec. Wedarijaksa Kab. PATl

Related posts