Manfaat Melukis Untuk Perkembangan Anak

  • Whatsapp
Foto : Kegiatan Melukis Anak

RadarJateng.com, Pendidikan – Melukis merupakan aktivitas yang menyenangkan. Banyak orang yang memilih aktivitas melukis untuk mengisi waktu santainya. Bahkan, tidak sedikit pula seseorang yang punya bakat melukis bisa menjual hasil lukisannya dengan nilai yang tinggi. Menariknya lagi, melukis ternyata memberikan manfaat yang sangat besar bagi pertumbuhan anak.

Mengajak anak belajar melukis, dipercaya akan bisa menghadirkan berbagai manfaat untuk mereka. Dari sekian banyak manfaat tersebut, berikut ini adalah tujuh hal yang bisa didapatkan saat anak dibiasakan untuk melakukan aktivitas kreatif ini:

Read More
  1. Meningkatkan kreativitas

Aktivitas melukis dan menggambar menjadi sarana untuk bisa meningkatkan daya imajinasi anak. Mereka akan bisa menggambarkan secara jelas bagaimana rupa sebuah rumah, sekolah, pemandangan di gunung, dan lain-lain. Hal ini akan berdampak positif pada perkembangan otak kanan anak, yang berperan meningkatkan daya kreativitas.

Lalu, bagaimana dengan anak yang memiliki kecenderungan otak kiri, yang memiliki kelebihan pada cara berpikir logis? Kebiasaan melukis tetap akan berguna bagi anak yang punya kecenderungan berpikir dengan otak kiri. Kebiasaan melukis, akan dapat menstimulus daya kreativitas mereka.

  1. Meningkatkan Kosentrasi

Melukis, secara efektif dapat meningkatkan daya konsentrasi pada anak. Dengan belajar melukis, anak akan bisa belajar mengonsentrasikan pikirannya pada objek yang ada di depannya. Bahkan, pada tahun 2008 lalu terungkap bahwa mahasiswa jurusan kedokteran bisa menangkap informasi lebih banyak setelah mereka turut serta dalam sesi pelajaran kesenian.

  1. Sarana relaksasi

Siapa sangka, belajar melukis juga menjadi sarana relaksasi yang murah meriah untuk anak. Pada saat melukis, anak tidak akan memiliki pikiran lain selain objek yang tengah dilukisnya. Di samping bisa meningkatkan daya konsentrasi, hal ini juga dipercaya bisa membuat tubuh lebih nyaman. Bahkan, efek relaksasi pada saat melukis hampir sama saat melakukan meditasi.

  1. Meningkatkan kemampuan komunikasi nonverbal

Belajar melukis juga membuat anak bisa mengomunikasikan apa yang ada di dalam pikirannya secara langsung ke kanvas. Hal ini memang tidak memberi dampak langsung pada kemampuan komunikasi verbal pada anak. Namun, kemampuan untuk menggambarkan objek yang ada di pikiran merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang bisa diperoleh anak dengan aktivitas melukisnya.

  1. Meningkatkan rasa percaya diri

Belajar menulis juga dapat meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Terlebih, kalau mereka mengetahui bahwa hasil lukisannya cukup bagus dan layak untuk dibanggakan. Apalagi, kalau mereka mendapatkan responsyang positif dari orang-orang di sekitarnya.

  1. Melatih ketekunan

Saat belajar melukis, anak juga dapat melatih ketekunannya. Terlebih, jika hasil lukisan ternyata tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Anak akan berupaya untuk memperbaiki hasil lukisannya agar bisa sesuai dengan keinginannya.

Proses trialanderror seperti ini, secara tidak langsung akan melatih anak untuk terus mencoba sehingga mereka bisa memperoleh hasil terbaik. Di waktu yang sama, hal ini juga melatih determinasi anak dan melatih mereka untuk tidak cepat putus asa saat menghadapi kegagalan atau hasil yang tidak sesuai keinginan.

  1. Menambah Wawasan

Melukis juga dapat memperluas wawasan anak. Semakin variatif objek lukisan, maka pengetahuan anak pun semakin bertambah. Pada saat pertama kali belajar melukis, mereka mungkin hanya akan menggambarkan pemandangan sekitar rumah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, objek lukisannya akan bertambah. Bisa berupa pemandangan gunung, boneka Barbie, hewan, tumbuhan, dan lain-lain

  1. Sebagai bentuk ekspresi tanpa kata

Balita seringkali mengalami kesulitan dalam memproses perasaan negatif dalam dirinya, hal ini biasanya diekspresikan dengan menangis ataupun berteriak. Namun, sebagai cara untuk memproses perasaan ini agar lebih positif, dapat dilakukan dengan melukis.

Anak dapat menggunakan lukisan untuk mengatasi emosi dalam dirinya saat memproses pengalaman. Dengan memberi anak masukan sensorik yang kritis, melukis membantu anak dalam mengekspresikan diri dalam cara multidimensi yang belum tersedia dalam kosakatanya.

Mempelajari seni lukis dan seni lainnya, secara positif memicu imajinasi dan keingintahuan anak.

  1. Melatih otak balita

berbeda dengan bagian otak yang digunakan saat melakukan aktivitas seperti membaca atau menyelesaikan persamaan matematika, melukis menggunakan bagian yang berbeda sama sekali.

Kegiatan kreatif seperti melukis menggunakan otak kanan. Ini adalah bagian kreatif yang bertanggung jawab atas keterampilan visual dan pemahaman tentang apa yang dilihat melalui mata.

Karena bagian ini masih berkembang di usia muda, mendorong si Kecil untuk terlibat dalam kegiatan kreatif seperti melukis membantu melatih sisi kanan otaknya

  1. Membangun kepercayaan diri

Melukis adalah kegiatan yang menyenangkan untuk siapapun, terlebih bagi anak-anak. Karena, tidak seperti pelukis profesional yang mencari lukisan yang sempurna, si Kecil senang melukis apa pun hasilnya.

Ketika guru memberi anak kegiatan melukis dengan berpikiran terbuka, yang berarti tidak ada cara yang benar atau salah untuk melukis, ini secara alami ditanamkan di dalamnya. Karena yang terpenting adalah proses melukisnya dan bukan hasilnya.

Ini meningkatkan harga diri anak, karena ia merasa sukses terlepas dari tahap perkembangan atau tingkat keterampilannya.

LANGKAH-LANGKAH MELUKIS :

  1. Menentukan ide atau Gagasan
  2. Menyiapkan Alat dan Bahan
  3. Membuat rancangan atau sketsa
  4. Mewarnai sketsa
  5. Finishing/penyempurnaan dengan memperhatikan detai

 

Penulis : SO’IMATUN INFIATI,S. Pd

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.